Musim Panen

Judul: Musim Panen
(Interpretasi puisi Malkan Junaidi yang bertitel
“Musim Panen” dalam "Lidah Bulan")
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Pastel on Paper

Musim Panen

Musim panen telah tiba,
disemarakkan oleh pesta capung yang riang.
Dengan sabit dan perisai caping
para petani menyerbu petak-petak keringat mereka.
Dan matahari,
dengan godam cahayanya memaksamu membuat tenda.
Matahari di ubun-ubun khatulistiwa,
neon langit yang membaca petuah moyang, menghirup dupa,
dan menerjemahkan upacara-upacara tua.

Jangan menyerah pada mesin, mata itu bersabda.
Kubangunkan angin dan ombakku,
kutemani nelayan merentang dan menggulung layar,
kuantarkan para pecinta ke tenda-tenda berahi mereka.
Aku terjun ke pusaran musim.
Pesta makin riuh dan orang di sepanjang pantai
lupa cara menyuling darah dan bersulang air mata.

Biar saja, anakku bersabda.
Biar saja waktu mengurus kehadirannya sendiri,
dan kita jadi kanak-kanak yang hanya mengerti cara tertawa.

Malkan Junaidi, 2009

(sumber Lidah Bulan, 2011)

Komentar

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com

Pasar Seni Indonesia