Selasa, 05 Mei 2020

Membaca Yuval Noah Harari dari Perspektif Nurel Javissyarqi

: Studi Konsep Rebellion of Hackable Animals
Imam Nawawi *

Saya tidak sepenuhnya yakin dan lebih didominasi ragu, ketika Yuval Noah Harari mengatakan, “Defending freedom will be even more urgent once government can use technology to look into our innermost feelings.”

Tahun 2008, penyair kelahiran Lamongan, Nurel Javissyarqi (NJ), mulai memperkenalkan kesusastraan Indonesia berbasis media online, ketika zaman itu, media sastra cetak masih jadi “maha raja”. Tujuan Nurel adalah pembebasan, atau dalam istilah Yuval, “defending freedom”.

Ketika rezim sastra cetak mulai sedikit goyah pun bergeser ke “cyber spaces”, Nurel perlahan-lahan mengundurkan diri dari laman http://sastra-indonesia.com/ yang dikelolanya, dan memulai memperkenalkan tulisan teman-teman jejaringnya. Ini juga masuk kategori perlawanan terhadap keterbukaan akses, dalam istilah Yuval disebut “to look into our innermost”.

Karena itulah saya yakin, sekalipun gagasan sastra pemberontakan Nurel “dikloning” oleh gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM), disaat bersamaan OPM hanya menangkap sisi luar dari Nurel. Begitu pula jika pemerintah maupun komunitas penyair hendak membaca NJ, maka akan gagal sejak awal. Di sini saya menjadi ragu, apakah benar hipotesa Yuval, bahwa negara yang menggunakan teknologi akan mampu melihat kedalaman seorang Nurel?!

Dalam kasus populer, saya mengiyakan pandangan Yuval yang mengatakan, “corporations and governments might be able to hack your body and brain.” Kebenaran itu, terpampang nyata di depan mata. Bahkan saya ingin memberikan data lengkap pada Yuval, seandainya mau melihat kasus pengalaman di Indonesia. Di sini, dengan adanya media sosial, para kiai, dan santri sudah mempunyai dunia lain: pesantren digital. Jadi, mau tidak mau, mereka harus beli kuota internet.

Sebaliknya pada kasus Nurel, perjuangannya dalam membeli kuota internet, yang setiap tahun harus membayar pajak hosting websitenya sebagai perjuangan untuk orang lain, bukan dirinya semata. Sadar atau tidak sadar, semua penulis yang artikel-artikel mereka dimuat di website http://sastra-indonesia.com/ adalah korban Nurel, setidaknya menjadi pion-pion yang dilemparkan olehnya ke hadapan “singa-singa” yang bersembunyi di balik “semak-semak” untuk membaca apa yang sedang dialami, dipikirkan, dirasakan, dan ditulis oleh para penulis.

Singa-singa ini bisa peneliti, pemerintah, atau gerakan separatis OPM, bahkan pebisnis. Jadi misalnya, semakin banyak penulis online di medianya Nurel (juga media online lain), maka provider jaringan kuota, berkalkulasi secara ekonomis. Menimbang-nimbang paket internet yang paling memasyarakat atau terjangkau kelas akar rumput, serta memenuhi seberapapun kebutuhan kelas elite.

Bagaimana dengan Nurel sendiri? Ia bersembunyi, sesekali memperlihatkan ekor atau kepalanya. Sesekali memposting karyanya sendiri, dan berkali-kali milik orang lain. Di sini, mampukah provider di Indonesia menghitung kebutuhan kuota pribadi Nurel? Itu bergantung sepenuhnya pada permainan NJ. Di setiap bulan dan atau tahunnya, membeli berapa giga bite, mengeluarkan uang berapa ratus ribu, dan tentunya sesuai strategi politik-ekonomi dirinya.

Bagaimana dengan kebutuhan kuota minimal, agar sebuah postingan berjalan lancar? Itu pun bergantung keputusan personal seorang Nurel. Bahkan, untuk berhenti sekali pun, peluang itu ada. Jangan heran, sekalipun mayoritas orang terseret arus menggiurkan dunia online, satu dua orang bertahan menjauhinya. Kebebasan serta pilihan itu masih ada, tentulah jangan hitung soal kuantitas, karena soal kuantitas adalah soal kesadaran, dan suatu hari nanti akan jadi bom waktu perlawanan.

Berikutnya, Yuval juga mencontohkan orang tua yang kehilangan pengaruh dan kontrol atas anak-anak mereka, yang disayangi, dikasihi, dan dicintai sejak kecil. Ketika dewasa, malahan sang anak tumbuh di bawah kendali hipotesa-hipotesa ilmuan, para pebisnis, lantas akhirnya penguasa tiran. Bagi Yuval, fenomena ini sudah menyejarah, sehingga ia membuktikan tubuh dan pikiran sang anak bisa dikontrol pihak tertentu, juga bisa lepas dari kontrol pihak pertama yang lebih dulu berkontribusi.

Yuval mengatakan: “parents knew their children well, and lovers could sometimes peer into each other’s hearts. But the knowledge gathered by priests, merchants and tyrants always remained only skin deep.”

Di sinilah, di ranah kultural ini, Yuval tidak mengerti budaya Timur, dimana sejak sebelum lahir, bahkan sebelum sperma memasuki rahim bercampur ovum, takdir seorang bayi telah digadaikan. Semisal di dalam kultur Madura, ketaatan yang tidak bisa ditawar seorang anak secara berurutan adalah, kepada: 1. Orang tua, 2. Guru, 3. Raja (bepak-bebuk, guru, ratoh).

Nurel bagian dari kultur Timur, sekalipun bukan orang Madura, tetapi ia representasi dari budaya Timur. Misal saat dirinya berseberangan secara politik dengan keluarga kiainya dari pesantren tempat ia mencari ilmu, dalam ranah lain tetap tunduk, tak mau kehilangan berkah, dan kelak saat meninggal dunia, masih berharap disebut santri. Keterenggutan jiwa manusia Timur oleh orang tua, guru, dan raja, bukan kehilangan kebebasan.

Dengan kata lain, pernyataan Yuval hanya kontekstual bagi kebudayaan Barat. Sebaliknya, dalam konteks kebudayaan Timur, orang tua serta guru ialah satu, rakyat dan raja ialah satu. Sehingga kita, sebagaimana bangsa Timur mengenal istilah “manunggaling kawulo lan gusti”.

Jika demikian adanya, lantas kebebasan mana yang terenggut, ketika orang tua datang ke pondok pesantren, misalnya demi menyerahkan anak-anak mereka sepenuh hati kepada Kiai, kemudian para orang tua berpesan: “Pak Kiai, pukul saja anak kami, jika memang tidak mau mengerjakan perintah njenengan. Anggap saja sebagai anak sendiri,” ?!

Kebebasan mana yang terenggut, ketika seorang keturunan abdi ndalam kraton Yogyakarta bercita-cita ingin melanjutkan tradisi, menjadi abdi ndalem kraton, sebagaimana ayah, kakek, dan buyutnya yang juga abdi ndalem?!

Tidak ada, “tuan” Yuval! Di sini, di kota kami, pada kebudayaan kami, tak ada kebebasan yang terenggut. Inilah nilai-nilai kami yang harus dibaca dari hati dan pikiran kami, bukan dari apa yang Anda inginkan!

Terakhir sebagai penutup, Yuval, kau mengatakan: “Your elders have provided you with the knowledge and values necessary to solve this problem. But they cannot solve it for you; they don’t know how. You will have to do it for yourself—and for the whole of humankind. We are all counting on you”.

Dan saya akan berkata dengan cukup singkat: “Saya menikah dengan istri saya itu lantaran diperkenalkan oleh teman saya, dijodohkan Kiai saya, dan diputuskan tanggal nikahnya atas keluarga saya. Sekarang saya sudah punya anak. “Apakah saya, menurutmu, contoh manusia yang kehilangan kebebasan?! Jangan terlalu terburu membusungkan dada, dan mengira nilai-nilaimu mengatasi nilai-nilai orang lain”.
***

*) Santri Madura. Pecinta Kebudayaan. Penggemar kopi Madura.

Keterangan tambahan:
Yuval Noah Harari, lahir 24 Februari 1976, seorang sejarawan Israel yang menjabat profesor di Departemen Sejarah Universitas Ibrani Yerusalem. Penulis buku: Sapiens: A Brief History of Humankind (2014), Homo Deus: A Brief History of Tomorrow (2015), dan 21 Lessons for the 21st Century (2018).  https://en.wikipedia.org/wiki/Yuval_Noah_Harari

Nurel Javissyarqi, lahir di Lamongan, Indonesia, 8 Maret 1976, diantara buku esainya: Trilogi Kesadaran; Kajian Budaya Semi’, Anatomi Kesadaran, dan Ras Pemberontak (2006), dan buku terbarunya “Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia” (2018). https://pustakapujangga.com/pustaka-pujangga/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

20 Tahun Kebangkitan Sastra-Teater Lamongan A Mustofa Bisri A. Anzieb A. Aziz Masyhuri A. Jabbar Hubbi A. Khoirul Anam A. Kurnia A. Syauqi Sumbawi A. Zakky Zulhazmi A.C. Andre Tanama A.H. J Khuzaini A.H.J Khuzaini A.S Laksana A.S. Laksana Abdul Hadi WM Abdul Kirno Tanda Abdurrahman Wahid Abid Rohmanu Acep Iwan Saidi Acrylic on Canvas Addi Mawahibun Idhom Ade P. Marboen Adib Baroya Adib Muttaqin Asfar Aditya Ardi N Adreas Anggit W. Adu Pesona Sang Wakil Cawapres RI Afrizal Malna AG. Alif Agama Agama Para Bajingan Agnes Rita Sulistyawaty Aguk Irawan M.N. Agunghima Agus Aris Munandar Agus Buchori Agus Prasmono Agus Priyatno Agus R. Subagyo Agus Setiawan Agus Sulton AH J Khuzaini Ahmad Damanik Ahmad Farid Yahya Ahmad Wiyono Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ainul Fitriyah Ajip Rosidi Akhmad Marsudin Akhmad Sahal Akhmad Sekhu Akhmad Taufiq Akmal Nasery Basral Aksin Wijaya Al Mahfud Alex R Nainggolan Ali Nasir Ali Soekardi Alunk Estohank Amanche Franck Oe Ninu Aming Aminoedhin Anakku Inspirasiku Anang Zakaria Andhi Setyo Wibowo AndongBuku #3 Andri Awan Andry Deblenk Anindita S. Thayf Anjrah Lelono Broto Antologi Puisi Kalijaring Antologi Sastra Lamongan Anton Kurnia Anugerah Ronggowarsito Anwar Syueb Tandjung Aprillia Ika Aprillia Ramadhina APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia Arafat Nur Arie MP Tamba Arie Yani Arief Junianto Arif 'Minke' Setiawan Arim Kamandaka Aris Setiawan Armawati Arswendo Atmowiloto Art Sabukjanur Arti Bumi Intaran Aryo Wisanggeni G Asap Studio Asarpin Asrizal Nur Awalludin GD Mualif Ayu Sulistyowati Aziz Abdul Gofar Bale Aksara Bambang Kempling Bandung Mawardi Banyuwangi Bara Pattyradja Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Indo Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Berita Duka Berita Lukisan Berita Utama Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Bidan Romana Tari Binhad Nurrohmat Biografi Bisnis Bondowoso Bre Redana Brunel University London Budi P. Hatees Budi Palopo Buku Kritik Sastra Buldanul Khuri Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cerbung Cerpen Chicilia Risca Coronavirus Cover Buku COVID-19 Cucuk Espe D. Kemalawati Dadang Ari Murtono Dadang Sunendar Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Dedi Gunawan Hutajulu Den Rasyidi Deni Jazuli Denny Mizhar Depan Mts Putra-Putri Simo Sungelebak Desa Glogok Karanggeneng Dessy Wahyuni Dewi Yuliati Dhanu Priyo Prabowo Dhoni Zustiyantoro Dian Sukarno Dien Makmur Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Diskusi buku Djoko Pitono Djoko Saryono Djuli Djatiprambudi Doddy Hidayatullah Dody Yan Masfa Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dr. Hilma Rosyida Ahmad Drs H Choirul Anam Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Kartika Rahayu Dwi Pranoto Dwijo Maksum Edeng Syamsul Ma’arif Efendi Ari Wibowo Eidi Krina Jason Sembiring Eka Budianta Eko Hendri Saiful Eko Israhayu Emha Ainun Nadjib Endang Kusumastuti Eni S Eppril Wulaningtyas R Erdogan Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F Rahardi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Faiz Manshur Faizal Af Fajar Setiawan Roekminto Farah Noersativa Fathoni Fedli Azis Felix K. Nesi Festival Gugur Gunung Festival Literasi Nusantara Festival Sastra Gresik Fikram Farazdaq Forum Santri Nasional (FSN) FPM (Forum Penulis Muda) Ponorogo Galeri Lukisan Z Musthofa Galuh Tulus Utama Gerakan Surah Buku (GSB) Gerson Poyk Gesit Ariyanto Gita Ananda Goenawan Mohamad Gola Gong Golan-Mirah Grathia Pitaloka Gufran A. Ibrahim Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin Gus Bahaudin H.B. Jassin Halim HD Hamzah Sahal Handoyo El Jeffry Happy Susanto Hardi Hamzah Haris Firdaus Haris Saputra Harun Syafii bin Syam Hasnan Bachtiar Hawe Setiawan Hendra Sugiantoro Hengky Ola Sura Heri Kris Heri Ruslan Herry Mardianto Heru Maryono Hilmi Abedillah Himpunan Mahasiswa Penulis (STKIP PGRI Ponorogo) Holy Adib htanzil Hudan Nur Husin I Nyoman Suaka IAIN Ponorogo Ibnu Wahyudi Idayati Idi Subandy Ibrahim Idris Pasaribu Ignas Kleden Ilham Yusardi Imam Nawawi Imam Nur Suharno Imam Zanatul Huaeri Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Indigo Art Space Indra Intisa Indra Tjahyadi Indri Widiyanti Inti Rohmatun Ni'mah Inung Setyami Irfan El Mardanuzie Isbedy Stiawan ZS Iskandar Noe Isnatin Ulfah Isti Rohayanti Istiqomatul Hayati Jadid Al Farisy Jafar M Sidik Jakob Sumardjo Janual Aidi Jawapos Jejak Laskar Hisbullah Jombang Jember Jember Gemar Membaca JIERO CAFE Jihan Fauziah Jo Batara Surya Jodhi Yudono Johan Edy Raharjo John Halmahera Joko Pinurbo Joko Widodo Joni Syahputra Jual Buku Jual Buku Paket Hemat Jurnalisme Sastrawi K.H. M. Najib Muhammad K.H. Ma'ruf Amin K.H. Ma’ruf Amin Kabar Pelukis Kalimat Tubuh Kang Daniel Kartika Foundation Karya Lukisan: Z Musthofa Kasnadi Kedai Kopi Sastra Kemah Budaya Panturan (KBP) KH. M. Najib Muhammad KH. Marzuki Mustamar Khadijah Khaerul Anwar Khairul Mufid Jr Khansa Arifah Adila Khawas Auskarni Khudori Husnan Khulda Rahmatia Ki Ompong Sudarsono Kim Ngan Kitab Arbain Nawawi Kompas TV Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Perupa Lamongan (KOSPELA) Komunitas Sablon Ponorogo Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Korban Gempa Koskow Kostela KPRI IKMAL Lamongan Kritik Sastra Kue Kacang Kue Kelapa Pandan Kue Lebaran Edisi 2013 Kue Nastar Keju Kue Nastar Keranjang Kue Pastel Kue Putri Salju Kue Semprit Kurnia Sari Aziza Kuswaidi Syafi'ie L Ridwan Muljosudarmo Lagu Laksmi Shitaresmi Lamongan Jawa Timur Landscape Hutan Bojonegoro Landscape Rumah Blora Lathifa Akmaliyah Legenda lensasastra.id Lie Charlie Linda Christanty Linus Suryadi AG Literasi Lombok Utara Lucia Idayani Ludruk Karya Budaya Lukas Adi Prasetyo Lukisan Andry Deblenk Lukisan Karya: Rengga AP Lukisan Potret K.H. Hasyim Asy'ari Lukisan Sugeng Ariyadi Lukman Santoso Az Lumajang Lusiana Indriasari Lutfi Rakhmawati M Khoirul Anwar KH M Nafiul Haris M. Afif Hasbullah M. Afifuddin M. Fauzi Sukri M. Harir Muzakki M. Harya Ramdhoni Julizarsyah M. Lutfi M. Mustafied M. Riyadhus Solihin M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M’Shoe Mahamuda Mahendra Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Maimun Zubair Makalah Tinjauan Ilmiah Makyun Subuki Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Margita Widiyatmaka Mario F. Lawi Martin Aleida Mashdar Zainal Mashuri Masuki M. Astro Masyhudi Mathori A Elwa Matroni El-Moezany Maulana Syamsuri Media Ponorogo Media: Crayon on Paper Media: Pastel on Paper Mei Anjar Wintolo Melukis Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Memoar Purnama di Kampung Halaman Menggalang Dana Amal MG. Sungatno Mh Zaelani Tammaka Mien Uno Miftakhul F.S Mihar Harahap Mila Setyani Misbahus Surur Mix Media on Canvas Moch. Faisol Mochammad A. Tomtom Moh. Jauhar al-Hakimi Mohammad Ali Athwa Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Alimudin Muhammad Antakusuma Muhammad Itsbatun Najih Muhammad Marzuki Muhammad Muhibbuddin Muhammad Nanda Fauzan Muhammad Subarkah Muhammad Wahidul Mashuri Muhammad Yasir MUI Mujtahidin Billah Mukafi Niam Mukani Mukhsin Amar Mulyadi SA Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur Musa Ismail Muslim Abdurrahman Naskah Teater Neva Tuhella Nezar Patria Nidhom Fauzi Niduparas Erlang Ninuk Mardiana Pambudy Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Novel Pekik Novel-novel bahasa Jawa Nur Ahmad Salman H Nur Hidayati Nur Wachid Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurul Anam Nurul Hadi Koclok Nurul Komariyah Nuryana Asmaudi SA Nyiayu Hesty Susanti Obrolan Oil on Canvas Olimpiade Sastra Indonesia 2013 Oyos Saroso H.N. Padepokan Lemah Putih Surakarta Pagelaran Musim Tandur Paguyuban Seni Teater Ponorogo Pameran Lukisan MADIUN OBAH Pameran Seni Lukis Pameran Seni Rupa Parimono V / 40 Plandi Jombang Paring Waluyo Utomo Pasuruan PDS H.B. Jassin Pelukis Dahlan Kong Pelukis Jumartono Pelukis Ponorogo Z Musthofa Pelukis Rengga AP Pelukis Senior Tarmuzie Pelukis Unik di Ponorogo Pemancingan Betri Pendhapa Art Space Penerbit SastraSewu Pengajian Pengetahuan Pesantren An Nawawi Tanara (Penata) Pito Agustin Rudiana Pondok Pesantren Al-Madienah Pondok Pesantren Ali Bin Abi Thalib Kota Tidore Kepulauan Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang Pramoedya Ananta Toer Presiden Gus Dur Probolinggo Prof Dr Achmad Zahro Prof Dr Aminuddin Kasdi Prof Dr Soediro Satoto Proses Kreatif Puisi Puisi Menolak Korupsi Purnawan Andra Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Pusat Grosir Kaos Polos Ponorogo Pustaka Bergerak PUstaka puJAngga Putri Asyuro' Rizqiyyah Putu Fajar Arcana R.Ng. Ronggowarsito Radhar Panca Dahana Rahmat Sularso Nh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Ramadhan Batubara Ranang Aji SP Rasanrasan Boengaketji Ratna Ratna Sarumpaet Raudal Tanjung Banua Raudlotul Immaroh Redland Movie Reiny Dwinanda Rengga AP Resensi Reuni Mts Putra-Putri Simo Sungelebak angkatan 1991-1992 Reyog dalam Lukisan Kaca Ribut Wijoto Ridha Arham Riki Dhamparan Putra Rinto Andriono Ris Pasha Rizka Halida Robin Al Kautsar Rodli TL Romi Zarman Rosi Rosidi Tanabata Rukardi Rumah Budaya Pantura (RBP) Rx King Motor S Prasetyo Utomo S Yoga S. Jai Sabrank Suparno Sahlan Bahuy Sajak Sakinah Annisa Mariz Samsudin Adlawi Samsul Bahri Sandiaga Uno Sanggar Pasir Sanggar Shor Zhambou Santi Maulidah Sapardi Djoko Damono Sapto HP Sartika Dian Nuraini Sasti Gotama Sastra dan Kuasa Simbolik Sastri Bakry Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra #24 di Boenga Ketjil Jombang SelaSastra Boenga Ketjil SelaSastra Boenga Ketjil #33 Self Portrait Senarai Pemikiran Sutejo Seni Ambeng Ponorogo Seniman Tanah Merah Ponorogo Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Septi Sutrisna Sergi Sutanto Setia Budhi Shinta Maharani Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindhunata Situbondo Siwi Dwi Saputro SMP Negeri 1 Madiun Soediro Satoto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sonia Fitri Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Spectrum Center Press Spirit of body 1 Spirit of body 2 Spirit of body 3 Sri Mulyani Sri Wintala Achmad Stefanus P. Elu STKIP PGRI Ponorogo Suci Ayu Latifah Sucipto Hadi Purnomo Sudirman Sugeng Ariyadi Suharwedy Sujarwoko Sujiwo Tedjo Sukitman Sumani Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Suryanto Sastroatmodjo Sutan Takdir Alisjahbana Sutardi Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Switzy Sabandar Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani Asyadzili Syaikh Yusri al-Hasani Al Azhari Tamrin Bey TanahmeraH ArtSpace Tangguh Pitoyo Taufik Ikram Jamil Taufik Rachman Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater nDrinDinG Teaterikal Teguh Winarsho AS Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo 1910 Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Tiyasa Jati Pramono Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tjut Zakiyah Anshari To Take Delight Tosa Poetra Toto Gutomo Tri Andhi Suprihartono Tri Harun Syafii Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Tulus S UKM Teater Yakuza '54 Universitas Indonesia Universitas Jember Untung Wahyudi Usman Arrumy Usman Awang Ustadz Chris Bangun Samudra Uwell's King Shop Uwell's Setiawan Viddy AD Daery Virdika Rizky Utama W.S. Rendra Wachid Nuraziz Musthafa Warih Wisatsana Warung Boengaketjil Wawan Pinhole Wawancara Widhyanto Muttaqien Widya Oktaviani Wisnu Hp Wita Lestari Wuri Kartiasih Yeni Pitasari Yerusalem Ibu Kota Palestina Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosep Arizal L Yoseph Yoneta Motong Wuwur YS Rat Yuditeha Yuli Yulia Sapthiani Yusri Fajar Yusuf Suharto Yusuf Wibisono Yuval Noah Harari Z. Afif Z. Mustopa Zainal Arifin Thoha Zainuddin Sugendal Zaki Zubaidi Zehan Zareez Zulfian Ebnu Groho Zulfikar Fu’ad Zulkarnain Siregar