Jumat, 27 Desember 2019

Kemah Budaya Pantura 2019 Se-Jawa Timur

Daya Kebangkitan Generasi Milenial Nusantara
(Tri Broto Wibisono, Jo Batara Surya, Ki Ompong Sudarsono)
Jo Batara Surya *

Rumah Budaya Pantura (RBP) sebagai penggagas acara Kemah Budaya Pantura, bertempat sekitar lingkungan Makam Syech Maulana Ishaq (Ayah dari Sunan Giri), Desa Kemantren, Paciran, merupakan salah satu wadah baru bagi para pelaku, pecinta, dan pemerhati seni-budaya di Jawa Timur. Sebuah wadah yang sejak lama dibutuhkan kaum seniman-budayawan JaTim ini, akhirnya menetas dalam jangka waktu cukup lama, dengan segala kendala yang dihadapi, mulai keuangan, sumberdaya manusia, dll, tidak membuat surut tekad pemuda-pemudi di Pantai Utara Lamongan terhenti. Namun, atas ikhtiar perjuangan bersama, semua beban terasa indah teratasi dengan bisa menyelenggarakan KBP, yang melibatkan banyak seniman juga budayawan besar turut andil dalam perhelatan akbarnya, tidak tanggung-tanggung beberapa kegiatan mendasar dilaksanakan, seperti workshop teater, seni tari, batik, wayang hingga sastra.

Sepertinya, RBP memahami betul yang dibutuhkan generasi milenial dalam mengisi masa-masa digital era 4.0., yang tengah membunyikan lonceng peringatan bagi pelaku seni untuk segera singsingkan lengan menyiapkan diri beserta tatanannya di dalam menghadapi tuntutan zaman; bagaimana para seniman bisa memberi sumbangsih besar di dalam menata peradaban bangsa melalui kebudayaan, sehingga pada gilasan percepatan waktu, manusianya tidak masuk jebakan digitalisasi, karena hakikatnya para insan bukanlah robot ataupun perangkat lunak dari peradaban industri.

Budaya sebagai Identitas Bangsa

Bangsa Indonesia sudah memiliki peradaban agung sejak lama, dimana para leluhurnya telah menciptakan kesadaran tertinggi atas kehidupan insan di setiap zamannya. Kejayaan tersebut bisa dilihat di berbagai masa yang menyimpan nilai-nilai esensi pada setiap peninggalannya, Candi Borobudur pula percandian di seluruh pelosok Nusantara menjadi bukti nyata, begitu juga kekayaan tari-tarian, bahasa, pusaka, serta busana di setiap daerah, laksana kitab alam terbuka yang harus dibaca semua insan yang sadar pentingnya jati diri (kebangsaan). Berjalan seiringnya waktu, seni-budaya mengalami perubahan signifikan di pelbagai hal, dan panggung teater di Indonesia kian hari berkembang menjelma laboratorium kesadaran yang kerap dibincangkan banyak kalangan, begitu pula ilmu kesusastraan.

Inilah penanda jelas jati diri bangsa memerlukan formula dalam menyanggupi setiap periodenya, karena jati diri inipun nantinya menentukan arah perjalanan bangsa. Miris, jika sebuah bangsa besar melupakan seni-budayanya, sedang perihal itu nilai besar dimana bangsa-bangsa lain cemburu atas kekayaaan budaya kita. Bagi saya pribadi, ada hal mendasar membuat bangsa melupakan seni-budaya sebagai sumber kesadaran diri, salah satunya manusia kekinian banyak terjebak oleh faham-faham materialisme yang telah menjauhkan pada kesadaran tertingginya sebagai mahluk spiritual, padahal dengan bekal intelektual dapat membuat peradaban bangsanya berada pada persamaan, bahkan lebih unggul dari yang lain, sebab sejatinya peradaban dunia bersumber dari bangsa tercinta kita juga.

Empat Hari Kemah Budaya di Rumah Budaya Pantura

Dalam perhelatan KBP yang dilaksanakan tanggal 22 sampai 25 Desember 2019, terlihatlah suatu gaya atau nuansa seni-budaya yang mempunyai warnanya tersendiri, yaitu cara generasi milenial menjemput kesadarannya. Kegiatan KBP ini, diikuti peserta yang hampir keseluruhan datang dari kalangan milenial, mulai dari panitia, peserta, hingga para pematerinya yang juga mumpuni. Dalam bidang teater ada saudara asal Madura yakni Mahendra, akrab disapa Eeng, yang sudah lama berkecimpung di teater, ada Galuh Tulus Utama, seniman yang menduduki komite teater di Dewan Kesenian Jawa Timur, ada pula senior dari Surabaya, Dody Yan Masfa turut berbagi pengalamannya dalam berkesenian, hal ini memberikan energi baik bagi seniman-budayawan Lamongan dan Gresik khususnya, selain itu ada seniman Jawa Tengah, Ki Ompong Sudarsono yang notabene ki dalang wayang sekaligus berteater, juga Tohir Jokasmo, Sholihul Huda, dan saya sendiri coba berbagi pengalaman dengan harapan akan banyak lagi para pelaku seni budaya diera milenial; tidak canggung berkarya di masa kekinian demi kemajuan bangsa.

Hari Pertama, semua peserta mendapat arahan dalam mempersiapkan mental, fisik, dan lainnya, sedangkan panitia memberi pandangan umum tujuan digelarnya KBP. Pada Jam 1 siang setelah pembagian kelompok, peserta diberi materi dasar teater, dilanjutkan seni tari diasuh maestro tari tradisional Tri Broto Wibisono, workshop seni tari berjalan lancar diikuti sekitar 150 peserta, dan semuanya antusias mengikuti arahan pelatih, inilah bukti generasi milenial sangat membutuhkan ruang ekspresi, seperti tarian sebagai jalan pencarian jati diri.

Malam harinya, peserta workshop disuguhkan pertunjukan dari para pemuda Cangaan-Gresik yang menampilkan musik etnik bernuansa Jawa lewat tembang Lir Ilir, dan beberapa lagunya Sujiwo Tejo yang diaransemen ulang, sehingga punya warna tersendiri. Dilanjutkan tampilan Sangbala Children Theatre diasuh Rodli TL, membawai naskah “Kaum Klepto,” dimana para pemainnya mayoritas anak-anak begitu ceria dan terampil melakoni perannya masing-masing, menjelmalah pertunjukan yang solid.

Hari Kedua, peserta peroleh pelatihan membatik secara langsung dari narasumber yang sudah ahlinya, lantas malam harinya mendapat suguhan dari Meimura yang berkolaborasi dengan Tri Broto Wibisono yang mengetengahkan ludruk tradisi. Ini menambah wawasan baru bagi semua peserta kemah mengenal ragam kesenian, terlebih dunia pertunjukan. Disusul pertunjukan tari tradisional yang dibawakan siswi dari MA Mazroatul Ulum Lamongan.

Hari Ketiga, peserta diberikan wawasan baru dunia wayang yang langsung diasuh ki dalang dari Temanggung, Ki Ompong Sudarsono. Pada pelaksanaannya, ki dalang melibatkan peserta dalam memahami perihal dunia pewayangan; interaktif peserta dengan pemateri terlihat saat peserta diajak memainkan wayang sekaligus. Di malam harinya, peserta diajak mempraktekan semua ilmu yang diperoleh, diawali pertunjukan monolog oleh Pandu dengan naskahnya “Tentang Tanah.”

Hari Keempat, peserta menyiapkan semua materi serta perlengkapannya untuk diaplikasikan di panggung pertunjukan, dari mental juga fisik diuji di atas penempaan selama mengikuti kegiatan. Penampilan pertama Kelompok Satu dibimbing Galuh Tulus Utama atas konsep teater tubuhnya begitu menghipnosis penonton berjudul “Yang Menyentuh Hidup,” berseting bebatuan kapur, para aktor berhasil mengolahnya menjelma pertunjukan yang mengagumkan. Tampilan kedua Kelompok WS Rendra yang saya bimbing, membawakan tema kebangsaan relijius bertitel “Negri Para Pecinta,” menampilkan pertunjukan yang apik, walau para aktornya mayoritas pemula dalam seni pertunjukan, ini seakan membangkitkan gairah semangat peserta untuk senantiasa optimis berkarya dalam setiap kondisi apapun nantinya.

Kelompok Tiga dibina Mahendra, menampilkan pertunjukan yang banyak mengeksplor tubuh dengan properti; bangku, meja, sarung, serta lainnya, lewat judul “Sebuah bangku dan kenangan yang berlesatan pulang dan pergi.” Pementasan ini mencuri perhatian penonton, pasalnya begitu ketat penemuan gerak tubuh terus mengalir memainkan tempo yang mengundang tanya seolah tidak memberi jeda menghela nafas, lantaran ketatnya aktor mengolah panggung. Penampilan Keempat digarap Sholihul Huda, seniman yang sudah lama tinggal di Jogjakarta ini melayarkan naskahnya “Kick-Kock,”  dengan konsep pertunjukan grouping aktor yang membuat penonton berdecak kagum sedikit lucu menghibur, ketika para pemain melakoni perannya penuh daya alir tanpa beban seibarat air.

Tampilan Kelima dibidani Ki Ompong Sudarsono dengan naskahnya “Ya Gitu Deh.” Sebuah pementasan lewat bahasa-bahasa simbol pewayangan yang cukup menarik penonton ke dalam nuansa sublim walau dengan ritme sedikit pelan, tapi tetap terasa spontan mengalir. Penampilan Keenam dibina oleh sesepuh Teater Tobong, Dody Yan Masfa dengan naskah berjudul “Orang Angan.” Penampilannya membawa penonton kian dalam lagi memahami gerak aktor, karena sebelumnya sudah disuguhkan pertunjukan yang banyak memakai konsep teater tubuh, maka perpaduan tubuh beserta dialog kian menusuk dalam ke alam bawah sadar yang menceritakan perihal kehidupan.

Setelah pementasan dari Enam Kelompok yang diikuti para peserta kemah budaya, diakhiri sarasehan atau evaluasi dari hasil workshop yang sudah dilangsungkan. Secara keseluruhan, memandang perhelatan KBP pertama kali ini saya berani berkata sudah berhasil! Maka kepada semua pelaku, pecinta, pemerhati seni-budaya di Lamongan dan Gresik khususnya, pula Jawa Timur pada umumnya. Saya ucapkan selamat! Semoga spirit ini tetap terjaga demi membangun kesadaran budaya bangsa.
***

*) Senimal asal Bandung, penggagas Teater Vanderwijck Syuro Indonesia, bermukim di Desa Payaman, Solokuro, Lamongan, JaTim.
http://sastra-indonesia.com/2019/12/kemah-budaya-pantura-kbp-se-jawa-timur/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

20 Tahun Kebangkitan Sastra-Teater Lamongan A Mustofa Bisri A. Anzieb A. Aziz Masyhuri A. Jabbar Hubbi A. Khoirul Anam A. Kurnia A. Syauqi Sumbawi A. Zakky Zulhazmi A.C. Andre Tanama A.H. J Khuzaini A.H.J Khuzaini A.S Laksana A.S. Laksana Abdul Hadi WM Abdul Kirno Tanda Abdurrahman Wahid Abid Rohmanu Acep Iwan Saidi Acrylic on Canvas Addi Mawahibun Idhom Ade P. Marboen Adib Baroya Adib Muttaqin Asfar Aditya Ardi N Adreas Anggit W. Adu Pesona Sang Wakil Cawapres RI Afrizal Malna AG. Alif Agama Agama Para Bajingan Agnes Rita Sulistyawaty Aguk Irawan M.N. Agunghima Agus Aris Munandar Agus Buchori Agus Prasmono Agus Priyatno Agus R. Subagyo Agus Setiawan Agus Sulton AH J Khuzaini Ahmad Damanik Ahmad Farid Yahya Ahmad Wiyono Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ainul Fitriyah Ajip Rosidi Akhmad Marsudin Akhmad Sahal Akhmad Sekhu Akhmad Taufiq Akmal Nasery Basral Aksin Wijaya Al Mahfud Alex R Nainggolan Ali Nasir Ali Soekardi Alunk Estohank Amanche Franck Oe Ninu Aming Aminoedhin Anakku Inspirasiku Anang Zakaria Andhi Setyo Wibowo AndongBuku #3 Andri Awan Andry Deblenk Anindita S. Thayf Anjrah Lelono Broto Antologi Puisi Kalijaring Antologi Sastra Lamongan Anton Kurnia Anugerah Ronggowarsito Anwar Syueb Tandjung Aprillia Ika Aprillia Ramadhina APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia Arafat Nur Arie MP Tamba Arie Yani Arief Junianto Arif 'Minke' Setiawan Arim Kamandaka Aris Setiawan Armawati Arswendo Atmowiloto Art Sabukjanur Arti Bumi Intaran Aryo Wisanggeni G Asap Studio Asarpin Asrizal Nur Awalludin GD Mualif Ayu Sulistyowati Aziz Abdul Gofar Bale Aksara Bambang Kempling Bandung Mawardi Banyuwangi Bara Pattyradja Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Indo Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Berita Duka Berita Lukisan Berita Utama Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Bidan Romana Tari Binhad Nurrohmat Biografi Bisnis Bondowoso Bre Redana Brunel University London Budi P. Hatees Budi Palopo Buku Kritik Sastra Buldanul Khuri Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cerbung Cerpen Chicilia Risca Coronavirus Cover Buku COVID-19 Cucuk Espe D. Kemalawati Dadang Ari Murtono Dadang Sunendar Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Dedi Gunawan Hutajulu Den Rasyidi Deni Jazuli Denny Mizhar Depan Mts Putra-Putri Simo Sungelebak Desa Glogok Karanggeneng Dessy Wahyuni Dewi Yuliati Dhanu Priyo Prabowo Dhoni Zustiyantoro Dian Sukarno Dien Makmur Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Diskusi buku Djoko Pitono Djoko Saryono Djuli Djatiprambudi Doddy Hidayatullah Dody Yan Masfa Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dr. Hilma Rosyida Ahmad Drs H Choirul Anam Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Kartika Rahayu Dwi Pranoto Dwijo Maksum Edeng Syamsul Ma’arif Efendi Ari Wibowo Eidi Krina Jason Sembiring Eka Budianta Eko Hendri Saiful Eko Israhayu Emha Ainun Nadjib Endang Kusumastuti Eni S Eppril Wulaningtyas R Erdogan Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F Rahardi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Faiz Manshur Faizal Af Fajar Setiawan Roekminto Farah Noersativa Fathoni Fedli Azis Felix K. Nesi Festival Gugur Gunung Festival Literasi Nusantara Festival Sastra Gresik Fikram Farazdaq Forum Santri Nasional (FSN) FPM (Forum Penulis Muda) Ponorogo Galeri Lukisan Z Musthofa Galuh Tulus Utama Gerakan Surah Buku (GSB) Gerson Poyk Gesit Ariyanto Gita Ananda Goenawan Mohamad Gola Gong Golan-Mirah Grathia Pitaloka Gufran A. Ibrahim Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin Gus Bahaudin H.B. Jassin Halim HD Hamzah Sahal Handoyo El Jeffry Happy Susanto Hardi Hamzah Haris Firdaus Haris Saputra Harun Syafii bin Syam Hasnan Bachtiar Hawe Setiawan Hendra Sugiantoro Hengky Ola Sura Heri Kris Heri Ruslan Herry Mardianto Heru Maryono Hilmi Abedillah Himpunan Mahasiswa Penulis (STKIP PGRI Ponorogo) Holy Adib htanzil Hudan Nur Husin I Nyoman Suaka IAIN Ponorogo Ibnu Wahyudi Idayati Idi Subandy Ibrahim Idris Pasaribu Ignas Kleden Ilham Yusardi Imam Nawawi Imam Nur Suharno Imam Zanatul Huaeri Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Indigo Art Space Indra Intisa Indra Tjahyadi Indri Widiyanti Inti Rohmatun Ni'mah Inung Setyami Irfan El Mardanuzie Isbedy Stiawan ZS Iskandar Noe Isnatin Ulfah Isti Rohayanti Istiqomatul Hayati Jadid Al Farisy Jafar M Sidik Jakob Sumardjo Janual Aidi Jawapos Jejak Laskar Hisbullah Jombang Jember Jember Gemar Membaca JIERO CAFE Jihan Fauziah Jo Batara Surya Jodhi Yudono Johan Edy Raharjo John Halmahera Joko Pinurbo Joko Widodo Joni Syahputra Jual Buku Jual Buku Paket Hemat Jurnalisme Sastrawi K.H. M. Najib Muhammad K.H. Ma'ruf Amin K.H. Ma’ruf Amin Kabar Pelukis Kalimat Tubuh Kang Daniel Kartika Foundation Karya Lukisan: Z Musthofa Kasnadi Kedai Kopi Sastra Kemah Budaya Panturan (KBP) KH. M. Najib Muhammad KH. Marzuki Mustamar Khadijah Khaerul Anwar Khairul Mufid Jr Khansa Arifah Adila Khawas Auskarni Khudori Husnan Khulda Rahmatia Ki Ompong Sudarsono Kim Ngan Kitab Arbain Nawawi Kompas TV Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Perupa Lamongan (KOSPELA) Komunitas Sablon Ponorogo Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Korban Gempa Koskow Kostela KPRI IKMAL Lamongan Kritik Sastra Kue Kacang Kue Kelapa Pandan Kue Lebaran Edisi 2013 Kue Nastar Keju Kue Nastar Keranjang Kue Pastel Kue Putri Salju Kue Semprit Kurnia Sari Aziza Kuswaidi Syafi'ie L Ridwan Muljosudarmo Lagu Laksmi Shitaresmi Lamongan Jawa Timur Landscape Hutan Bojonegoro Landscape Rumah Blora Lathifa Akmaliyah Legenda lensasastra.id Lie Charlie Linda Christanty Linus Suryadi AG Literasi Lombok Utara Lucia Idayani Ludruk Karya Budaya Lukas Adi Prasetyo Lukisan Andry Deblenk Lukisan Karya: Rengga AP Lukisan Potret K.H. Hasyim Asy'ari Lukisan Sugeng Ariyadi Lukman Santoso Az Lumajang Lusiana Indriasari Lutfi Rakhmawati M Khoirul Anwar KH M Nafiul Haris M. Afif Hasbullah M. Afifuddin M. Fauzi Sukri M. Harir Muzakki M. Harya Ramdhoni Julizarsyah M. Lutfi M. Mustafied M. Riyadhus Solihin M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M’Shoe Mahamuda Mahendra Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Maimun Zubair Makalah Tinjauan Ilmiah Makyun Subuki Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Margita Widiyatmaka Mario F. Lawi Martin Aleida Mashdar Zainal Mashuri Masuki M. Astro Masyhudi Mathori A Elwa Matroni El-Moezany Maulana Syamsuri Media Ponorogo Media: Crayon on Paper Media: Pastel on Paper Mei Anjar Wintolo Melukis Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Memoar Purnama di Kampung Halaman Menggalang Dana Amal MG. Sungatno Mh Zaelani Tammaka Mien Uno Miftakhul F.S Mihar Harahap Mila Setyani Misbahus Surur Mix Media on Canvas Moch. Faisol Mochammad A. Tomtom Moh. Jauhar al-Hakimi Mohammad Ali Athwa Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Alimudin Muhammad Antakusuma Muhammad Itsbatun Najih Muhammad Marzuki Muhammad Muhibbuddin Muhammad Nanda Fauzan Muhammad Subarkah Muhammad Wahidul Mashuri Muhammad Yasir MUI Mujtahidin Billah Mukafi Niam Mukani Mukhsin Amar Mulyadi SA Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur Musa Ismail Muslim Abdurrahman Naskah Teater Neva Tuhella Nezar Patria Nidhom Fauzi Niduparas Erlang Ninuk Mardiana Pambudy Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Novel Pekik Novel-novel bahasa Jawa Nur Ahmad Salman H Nur Hidayati Nur Wachid Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurul Anam Nurul Hadi Koclok Nurul Komariyah Nuryana Asmaudi SA Nyiayu Hesty Susanti Obrolan Oil on Canvas Olimpiade Sastra Indonesia 2013 Oyos Saroso H.N. Padepokan Lemah Putih Surakarta Pagelaran Musim Tandur Paguyuban Seni Teater Ponorogo Pameran Lukisan MADIUN OBAH Pameran Seni Lukis Pameran Seni Rupa Parimono V / 40 Plandi Jombang Paring Waluyo Utomo Pasuruan PDS H.B. Jassin Pelukis Dahlan Kong Pelukis Jumartono Pelukis Ponorogo Z Musthofa Pelukis Rengga AP Pelukis Senior Tarmuzie Pelukis Unik di Ponorogo Pemancingan Betri Pendhapa Art Space Penerbit SastraSewu Pengajian Pengetahuan Pesantren An Nawawi Tanara (Penata) Pito Agustin Rudiana Pondok Pesantren Al-Madienah Pondok Pesantren Ali Bin Abi Thalib Kota Tidore Kepulauan Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang Pramoedya Ananta Toer Presiden Gus Dur Probolinggo Prof Dr Achmad Zahro Prof Dr Aminuddin Kasdi Prof Dr Soediro Satoto Proses Kreatif Puisi Puisi Menolak Korupsi Purnawan Andra Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Pusat Grosir Kaos Polos Ponorogo Pustaka Bergerak PUstaka puJAngga Putri Asyuro' Rizqiyyah Putu Fajar Arcana R.Ng. Ronggowarsito Radhar Panca Dahana Rahmat Sularso Nh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Ramadhan Batubara Ranang Aji SP Rasanrasan Boengaketji Ratna Ratna Sarumpaet Raudal Tanjung Banua Raudlotul Immaroh Redland Movie Reiny Dwinanda Rengga AP Resensi Reuni Mts Putra-Putri Simo Sungelebak angkatan 1991-1992 Reyog dalam Lukisan Kaca Ribut Wijoto Ridha Arham Riki Dhamparan Putra Rinto Andriono Ris Pasha Rizka Halida Robin Al Kautsar Rodli TL Romi Zarman Rosi Rosidi Tanabata Rukardi Rumah Budaya Pantura (RBP) Rx King Motor S Prasetyo Utomo S Yoga S. Jai Sabrank Suparno Sahlan Bahuy Sajak Sakinah Annisa Mariz Samsudin Adlawi Samsul Bahri Sandiaga Uno Sanggar Pasir Sanggar Shor Zhambou Santi Maulidah Sapardi Djoko Damono Sapto HP Sartika Dian Nuraini Sasti Gotama Sastra dan Kuasa Simbolik Sastri Bakry Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra #24 di Boenga Ketjil Jombang SelaSastra Boenga Ketjil SelaSastra Boenga Ketjil #33 Self Portrait Senarai Pemikiran Sutejo Seni Ambeng Ponorogo Seniman Tanah Merah Ponorogo Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Septi Sutrisna Sergi Sutanto Setia Budhi Shinta Maharani Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindhunata Situbondo Siwi Dwi Saputro SMP Negeri 1 Madiun Soediro Satoto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sonia Fitri Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Spectrum Center Press Spirit of body 1 Spirit of body 2 Spirit of body 3 Sri Mulyani Sri Wintala Achmad Stefanus P. Elu STKIP PGRI Ponorogo Suci Ayu Latifah Sucipto Hadi Purnomo Sudirman Sugeng Ariyadi Suharwedy Sujarwoko Sujiwo Tedjo Sukitman Sumani Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Suryanto Sastroatmodjo Sutan Takdir Alisjahbana Sutardi Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Switzy Sabandar Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani Asyadzili Syaikh Yusri al-Hasani Al Azhari Tamrin Bey TanahmeraH ArtSpace Tangguh Pitoyo Taufik Ikram Jamil Taufik Rachman Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater nDrinDinG Teaterikal Teguh Winarsho AS Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo 1910 Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Tiyasa Jati Pramono Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tjut Zakiyah Anshari To Take Delight Tosa Poetra Toto Gutomo Tri Andhi Suprihartono Tri Harun Syafii Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Tulus S UKM Teater Yakuza '54 Universitas Indonesia Universitas Jember Untung Wahyudi Usman Arrumy Usman Awang Ustadz Chris Bangun Samudra Uwell's King Shop Uwell's Setiawan Viddy AD Daery Virdika Rizky Utama W.S. Rendra Wachid Nuraziz Musthafa Warih Wisatsana Warung Boengaketjil Wawan Pinhole Wawancara Widhyanto Muttaqien Widya Oktaviani Wisnu Hp Wita Lestari Wuri Kartiasih Yeni Pitasari Yerusalem Ibu Kota Palestina Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosep Arizal L Yoseph Yoneta Motong Wuwur YS Rat Yuditeha Yuli Yulia Sapthiani Yusri Fajar Yusuf Suharto Yusuf Wibisono Yuval Noah Harari Z. Afif Z. Mustopa Zainal Arifin Thoha Zainuddin Sugendal Zaki Zubaidi Zehan Zareez Zulfian Ebnu Groho Zulfikar Fu’ad Zulkarnain Siregar